PERAHU KAYU USANG
dulu,ketika aku masih punya dayung dan layar
aku tak takut mengarungi samudra kehidupan ini
bersama kita menyambut fajar
besama kita membangun pelangi
brsama kita mengantar senja
seluruh alam pun berkicau melihat kita
sang mentari pun tersenyum melihat kita
malangnya nasib,semua itu hanya kenangan yang sudah lapuk
ketika ku cari kenangan itu ke sudut samudra
ketepian pun kucari,namun tak ada hasil yang kugapai
hanya penyesalan yang kudapat yang kudapat di samudra ini.
sehingga sang mentari cemberut melihatku
dan kini aku hanya bisa berharap dan menanti sebuah keajaiban
dayung dan l;ayarku kembali,atau keajaiban yang lain,memberiku yang baru
inilah aku,sebuah perahu kayu yang menanti keajaiban.
